Sabtu, 31 Juli 2010

GULA CETAK DAN SEMUT BEBAS BELERANG

GULA BEBAS BAHAN KIMIA.
Hampir semua gula yang dihasilkan pengrajin tradisional dengan teknologi penguapan api langsung (open pan teknologi) , baik gula kelapa (palmae) maupun gula tebu menggunakan berbagai tambahan bahan kimia pada proses produksinya, penambahan penambahan yang tidak terukur akan memberikan kwalitas produk yang heterogen yang belum tentu sehat.
Dengan teknologi penguapan api langsung cenderung terjadi pemanasan berlebihan (over heat) karena gula dididihkan pada temperature diatas 130 celsius (makin pekat gula titik didih makin tinggi)  dan akan merubah sebagian besar gula terdegradasi menjadi karamel dengan warna coklat tua dan taste yang khas. 

AGAR WARNA MENARIK.
Tanpa tambahan bahan kimia sebagai pemucat (bleaching) maka gula yang dihasilkan akan berwarna coklat tua kehitam hitaman dan kurang menarik minat pembeli, bahan kimia yang sangat lazim dipakai sebagai pemucat adalah SODIUM METABISULFITE ( turunan belerang), tentu agar didapat warna yang kuning menarik harus diberikan dalam jumlah yang pasti melampaui ambang batas kesehatan yang tercantum dalam SNI gula.

Warnanya memang menarik.
Warna asli hitam tidak menarik , meski sebenarnya lebih sehat

GULA RASA ASIN.
Gula tradisional yang dipucatkan dengan sodium metabisulfite memang berwarna menarik, tetapi kalau kita cicipi akan sangat terasa manisnya gula terasa dan berbaur dengan sinnya residu belerang.
Cicipi gula ini pasti rame rasanya , manis dan asin.
GULA BEBAS BELERANG.
Hitamnya warna gula produk tradisionel diakibatkan oleh over liming (pemberian susu kapur berlebihan) dan over heating penyebab karamelisasi, kunci untuk mendapatkan produk gula tanpa bahan kimia dengan warna hasil produksi yang cerah dan tetap menarik pembeli hanya dengan mengendalikan pemberian susu kapur dengan menggunakan pengukuran pH , sampai dengan pH netraldan menurunkan titik didih dengan terapan penguapan dibawah kevacuuman, dengan kevacuuman 60 sd 64 cm kolom air raksa maka larutan gula akan mendidih pada temperature dibawah 60 celsius,  dan akan memberikan warna produk yang menarik..
 Terlihat pada kehampaan 62 cm hg  titik didih dibawah 60 celsius
 Gula cetak bebas belerang  kisaran harga Rp 6.750/kg.
Kelebihan lain dari proses penguapan hampa adalah akan dihasilkan produk selain menarik warnanya tanpa tambahan kimia juga dihasilkan produk yang tahan panas (tidak lembek) bahkan pada temperature 80 celsius, sehingga aman dalam transportasi dan penyimpanan. 

Gula semut non centrifugal hasil penguapan hampas.
Warna yang menarik dan bebas bahan kimia dengan rasa PLAIN, modifikasi taste dapat dilakukan terukur dengan memberikan CARAMEL TASTE sesuai yang diinginkan.
Gula ini dalam kisaran harga Rp 7.950/kg

Foto foto dan movie
picasaweb.google.com/ss170952
youtube.com/ss170952


Senin, 26 Juli 2010

PABRIK GULA MIKRO ( INDUSTRI GULA RUMAH TANGGA)

GULA SEBAGAI INDUSTRI RUMAH TANGGA

Beberapa referensi mendifinisikan kapasitas pabrik gula kecil dalam kisaran 10 sd 50 ton tebu perhari umumnya dengan teknologi open pan , lepas dari pro dan kontra soal efisiensi pabrik gula kecil/ mini yang jelas defacto sangatlah banyak kendala untuk membangun pabrik gula besar, apalagi yang dinyatakan efisien harus diatas 10.000 ton tebu perhari. 

Pabrik gula kecil pada ambang bawah kapasitas dibawah ini barangkali merupakan percontohan bahwa kedepan industri gula dapat dijadikan industri rumah tangga, rumah tangga dengan 3 anak dengan 3 keponakan dan 3 tetangga yang tidak mudah untuk menjadi PNS, tidak mudah untuk dapat belajar di perguruan tinggi negeri dan barangkali terkena PHK sangat berpeluang utnuk mengelola industri gula skala rumah tangga ini. Apalagi dikawasan remote area diluar Jawa yang tersedia lahan yang lebih dari cukup, dengan hanya perlu lahan tanaman beberapa puluh ha dan lahan emplasemen satu dua ha tentu bukan menjadi masalah, meskipun dengan infra strukture yang sangat terbatas.


Swa sembada beras dicapai karena tanaman padi dikelola dan diproses oleh petani pada skala kecil, rice mill unit rata rata berkapasitas 1 ton gabah perjam dan barang kali belum ada rice mill dengan kapasitas 500 ton gabah perjam. satu inspirasi dan mimpi barang kali swasembada gula juga akan dicapai kalau industri gula dijadikan industri kecil/ industri rumah tangga.


Mikro mill ini direncanakan dapat dioperasikan dengan bahan baku tebu, batang sweet sorghum mapun nira dala palmae (kelapa, aren, siwalan dll) untuk menghasilkan baik gula cair, gula cetak , gula semut maupun gula putih  yang sehat tanpa belerang (sulphur free sugar) dengan tetap mempertahankan kesederhanaan dan memenuhi kriteria ekonomis.


Deskripsi peralatan.
Peralatan sesuai ilustrasi foto dibawah ini, adalah model yang dibangun di Jombang.


Module pemerahan idealnya 2 atau 3 gilingan dengan imbibisi ringan.


Module pemurnian terdiri dari juice heater, settling tang dan juice feeder tank.


Nira yang sudah dimurnikan 


Module penguapan double efek dan masakan hampa.


Pendidihan suhu rendah (kurang 60 celsius) menghasilkan produk berkwalitas.


Ketel pipa air vertikal 3 phase sangat hemat energy, start up 15 menit dan responsip.


Temperature gas buang kurang dari 200 celsius pada tekanan operasi 1,5 kg.
(indikator thermal efisiensi yang cukup baik)


Sistem penghampaan dengan barometrik condenser simple dan ekonomis.



Produks yang dihasilkan.
Pada uji produksi 21 dan 22 juli 2010 dihasilkan produk produk turunan tebu menjadi GULA BEBAS BELERANG (SULPHUR FREE SUGAR)  sbb:

Gula cetak  (tidak lembek meskipunn dijemur diterik matahari).

D

 Dipanaskan sd 80 celsius tidak lembek justru bertambah keras


Gula cair.(seperti madu)


Gula semut non sentrifugal (tidak ada molasse sebagai by produk).

Dengan penambahan kristaliser dan sugar separator akan dapat dihasilkan kombinasi gula putih dan gula cetak, atau gula putih dengan by produk molasse.

Energy.
Diperlukan energy listrik untuk penggerak gilingan dan motor motor pompa , dapat juga dengan menggunakan small diesel engine, penghematan energy solar dapat dilakukan dengan mengoperasikan diesel gasifikasi dimana 75% konsumsi solar disubtitusi dengan gas dari reaktor gasifikasi yang dapat dioperasikan dengan feedstock limbah pertanian dan perkebunan atau cokas.


Diesel gasifier , subtitusi 75% solar dengan syntetik gas


Tenaga kerja.
Tenaga kerja tidak dituntut berpendidikan formal khusus SLTP atau sederajat sudah mampu mengoperasikan mikro mill untuk menghasilkan produk diatas.


Pertanyaan umum:
- Berapa rendemen?
Apabila bahan olah / tebu memenuhi kriteria millable cane akan didapat rendemen optimal 12% gula cetak, atau 13 % gula cair atau kombinasi 8% gula putih plus 3,5% molasse atau 6% gula putih plus 6% gula cetak.


-Berapa investasi?
Tergantung dari specifikasi teknis , lokasi dll.




Selasa, 23 Februari 2010

HARGA POKOK GULA PADA PABRIK GULA MINI

Mengenal pabrik gula mini.
Summmary dibawah memberikan gambaran sbb:
  
- Bahwa meskipun kecil (small scale) tetapi pabrik gula mini memenuhi kriteria economis, dan dengan investasi yang relatif sangat rendah dibanding pembangunan pabrik gula besar maka pabrik gula mini bukan hanya memberikan peluang kerja tetapi yang lebih penting adalah memberikan peluang berusaha. Sedangkan pabrik gula besar diatas 5.000 tcd bahkan meskipun hanya diatas 1.000 tcd memerlukan investasi yang cukup besar dan hanya dapat dijangkau oleh beberapa institusi saja.

- Resiko yang lebih kecil dibanding dengan resiko pembangunan pabrik gula besar, tentu catatan sejarah masih belum terhapus bagaimana Pabrik gula besar COT GIREK di Nangro Aceh Darussalam setelah dibangun juga langsung di kanibalisme , masih ada Pabrik gula PELEIHARI di Kalimantan Selatan yang dibangun baru dan di extend kapasitasnya meskipun belum pernah beroperasi secara optimal dengan ending akhirnya juga dikanibal, juga menyisakan pertanyaan bagaimana dengan performance PG TINALANGUA di Sulawesi dan berhentinya pembangunan pabrik gula GUNUNG MADU BUKHARI di Sulawesi tengah ?
   
Dibutuhkan lahan emplasemen 1 sd 2 ha untuk pendirian pabrik gula mini dikawasan dengan infra strukture yang terbatas, dengan lahan tanaman dalam kisaran 90 sd 120 ha, tergantung dari produktivitas tanaman yang direncanakan dan hari giling dalam setahun, pengrajin tradisional gula merah mempunyai milling day yang lebih panjang dibanding pabrik gula besar rata rata 240 hari pertahun, sementara pabrik gula besar dalam kisaran 140-150 hari sedangkan pabrik gula mini dproyeksikan 175 sd 195 hari pertahun.
 

 

Biaya tanam tebu dari tanaman baru (new cane) sampai dengan keprasan 1 dan 2 (Ratoon 1 dan 2) sebagai tergambar diatas dan sedikit bervariasi tergantung pada kawasan masing masing. Grafik diatas menunjukkan bahwa komponen biaya sewa lahan utamanya di jawa relatif tinggi, hampir 36% bahkan mungkin lebih ; beberapa wilayah di Jawa terutama di daerah pertanian non irigasi sewa lahannya relatif lebih rendah 40 sd 50% sewa tanah sawah, sehingga apabila konsep pembangunan pabrik gula mini diarahkan diremote area dikawasan luar Jawa tentu komponen sewa lahannya menjadi sangat murah.
  
Biaya operasional (biaya tetap dan biaya langsung) tidak termasuk nilai tebu seperti tabel diatas, terserap lebih dari 50 tenaga kerja di unit proses pabrik gula mini belum termasuk tenaga kerja di unit tanaman / kebun tebunya. sedangkan proyeksi produksi dan  penjualan seperti tabel dibawah, penentuan rendemen 9 berdasar pencapaian giling tahun 2008 dengan mengolah tebu kwalitas moderat yang mencapai rendemen 9,2

   
Dari data data diatas disimpulkan harga pokok produksi gula pada PGM kapasitas 50 tcd rerata 5 tahun dengan eskalasi tahunan 5% seperti tabel dan grafik dibawah.
  
Harga pokok produksi dengan bahan olah tahun pertama sd tahun ketiga sebagian membeli dari tebu rakyat tercermin seperti tabel diatas, unsur pembentuk harga gula yang cukup besar adalah bahan baku tebu ( 42%) disusul divestasi ( apakah dalam bentuk pembayaran hutang dan bunga Investasi ataukah dalam bentuk depreciasi) yang mencapai 34%, tentu bagi pabrik gula besar apalagi sebagian besar adalah warisan jaman Belanda beban divestasinya pasti sangat rendah. Upah kerja yang menurut sebagian pengamat tidak efisien hanya mengambil porsi 6% dari unsur pembentuk harga pokok gula, dan bahkan sebenarnya misi pabrik gula mini kalau memungkinkan adalah menaikkan porsi upah kerja dengan tetap memperhitungkan kemampuan saingnya.
 

Financial analisis seperti dibawah:
Return of investment dalam kisaran 3 tahun dengan IRR > 79% dengan Net Presen Value positif seperti yang tercantun di executive summary diatas.  

Selasa, 19 Januari 2010

PERTANYAAN SEKITAR PABRIK GULA MINI.


Beberapa kali kami mendapat pertanyaan sekitar pabrik gula mini dengan substansi pertanyaan yang hamper sama dan berulang ulang.
Berapakah rendemen pabrik gula mini.?
Rendemen gula yang dihasilkan pabrik gula mini sangat tergantung dari kwalitas tanaman, rendemen 9.6% pernah dicapai dengan  kwalitas tebu yang diolah cukup baik dengan indikasi brix pucuk diatas 18, varitas dengan kadar  sabut rendah (varitas 1, BL , SS dll), pemupukan berimbang tidak hanya dengan unsure nitrogen saja apa lagi dengan hanya pupuk amina cair.
Apakah gilingan pabrik gula mini menggunakan imbibisi air seperti pabrik gula besar?.
Pabrik gula mini menggunakan rangkaian pemerahan satu unit two roll crusher diikuti tiga gilingan dengan compound imbibisi seperti yang dilakukan di pabrik gula besar.
Mengapa tidak gilingan system kering seperti gilingan pengrajin gula tradisional saja ?.
Pengrajin tradisional menggiling tebunya sekali giling tanpa tambahan air imbibisi akan kehilangan gula yang masih terikut di apmas 25 sd 30%, jadi sangat merugikan.
Mengapa pabrik gula mini tidak menggunakan belerang seperti pabrik gula besar?.
Pabrik gula mini menggunakan system phospho defikasi tanpa belerang dengan pertimbangan proses lebih sederhana dan murah dan produk yang dihasilkan tidak mengandung residu belerang berlebihan yang kurang baik bagi kesehatan.
Apakah warna gula yang dihasilkan dapat berwarna putih dan berapa icumsanya?.
Warna gula yang dihasilkan putih denagn nilai icumsa dibawah icumsa SNI gula.
Apakah tebu dengan pupuk amina cair rendemennya rendah?
Tanaman tebu dengan pupuk tunggal amina cair apalagi berlebihan membuat proses pengkristalan gula dalam pan masakan menjadi terhambat (sangat lama) dan menghasilkan hablur rendah.
Apakah pabrik gula mini efisien.?
Ukuran efisiensi sangat semu lebih baik menggunakan unkuran ukuran analisa keuangan yang lazim dari NPV, ROI dan IRR.(informasi dapat dibuka di energypangan.blogspot.com.
Berapakah kapasitas pabrik gula mini ?
Kapasitas pabrik gula mini dari 50 ton tebu perhari sd 200 ton tebu perhari, dibawah 50 ton tebu perhari termasuk kategori pabrik gula micro.(micro mill pada kapasitas 30 ton tebu perhari atau 1,5 ton tebu perjam).
Apakah mesin mesin pabrik gula mini harus diimport dari India atau China?
Tidak karena banyak industry manufaktur di Indonesia dan untuk membuat peralatan proses gula pada pabrik gula mini dapat dikerjakan oleh workshop workshop kecil sampai medium saja.
Apakah pabrik gula mini mempunyai varian produk disamping gula pasir?.
Pabrik gula mini mampu memproduksi pemanis sesuai permintaan pasar dari mulai gula cair, gula putih maupun gula cetak.
Apakah pabrik gula mini dapat dipakai untuk memproses gula dari batang sweet sorghum?.
Pabrik gula mini dapat digunakan untuk memproses batang sweet sorghum menjadi gula cair/ syrup. info swwet sorghum  di energyethanol.blogspot.com
Berapakah dibutuhkan luas lahan tanaman ?
Dengan asumsi 200 hari giling pertahun kebutuhan areal tanaman dapat diprediksi, sesuai dengan produktivitas tanaman yang dicapai.
Berapakah investasi diperlukan untuk membangun pabrik gula mini ?
Investasi bervariasi untuk kapasitas 25 sd 30 tcd dalam kisaran 2,5 sd 3 M, untuk 50 tcd dalam kisaran 6 sd 7,5 M sedangkan untuk 100 tcd dalam kisaran 10 sd 12 M, turn key basis sd pelatihan , tidak termasuk tanah emplasemen, perizinan , material untuk komisioning, pajak pajak  dll dan  pada nilai tukar US $ dalam kisaran Rp 10.000,-
Berapa lama waktu diperlukan untuk membangun pabrik gula mini ?
Diperlukan waktu 5 sd   6 bulan untuk membangun pabrik gula mini, sehingga waktu mulai membangun  adalah awal musim giling dikurangi  bulan.
 Dimana pabrik gula mini layak dibangun ?
 Di kawasan yang jauh dari keberadaan pabrik gula  dan kawasan remote area Indonesia utamanya Indonesia Timur.

Jumat, 08 Januari 2010

MOMENTUM KEBANGKITAN INDUSTRI GULA

Prediksi harga gula 2010.
Beberapa prediksi disampaikan dari mulai pengamat, pelaku usaha , asosiasi pedagang  sd pejabat kementerian  memberikan analisa dan prediksi predisi berkait dengan harga gula 2010, apapun latar belakang dan tujuan pelontaran prediksi  yang jelas belum ada satu kesimpulan atau kesamaan prediksi , ada yang memprediksi harga gula turun karena India akan menggenjot produksi gula untuk peningkatan eksportnya ada  yang memprediksi akan naik karena juga sejalan dengankenaikan harga gabah dunia ( world grain prices) dan juga karena kenaikan harga dasar gabah dalam negeri yang dinaikkan, hanya prediksi dari para paranormal yang belum pernah diberitakan.
Berapa harga gula idealnya.
Dengan melihat bahwa hamper 70 sd 80% kebutuhan gula local dipasok oleh produsen local, idealnya harga gula konsumsi  dalam kisaran minimal 1.8 kali harga beras local, dengan harga beras local januari  2010 di sentra pertanian (kwalitas rata rata) sudah mencapai Rp 6.000/kg – maka idealnya harga gula local dalam kisaran minimal Rp 10.600/kg,-
Artinya kalau harga gula terlalu dekat dengan harga beras maka petani sebagai pemasok bahan baku gula/ penanam tebu   akan mengkonversi tanaman tebunya  dengan tanaman yang lebih memberikan keuntungan  dan pasti akan menimbulkan domino efek yaitu pasokan bahan gula/tebu akan turun dan produksi gula nasional akan turun dan ketergantungan dengan gula dunia akan meningkat.
Harga gula dunia 2010.
Harga gula dunia untuk pengapalan semester 1 thn 2010 dalam kisaran US$ 700/ton fob Negara asal, artinya apabila ditambah biaya biaya lain ongkos tambang, ppn , susut berat , cost of money maka harga gula importpun sampai ditingkat konsumen akan jatuh diatas Rp 11.000/kg .
Mengambil hikmah harga gula.
Seperti juga halnya kenaikan komodity minyak tanah (BBM)  atau gas LPG atau bahkan kenaikan komditas lainnya tentulah harus disikapi dengan arif, kenaikan mitan dan lpg membuat orang mencari inovasi peluang peluang pemanfaatan energy lain, demo menuntut penurunan harga ternyata bukan suatu penyelesaian,
Bagi konsumen golongan berpenghasilan rendah  dengan kebutuhan kurang dari 1 kg per bulan kenaikan harga gula ini masih tidak meresahkan apalagi bagi golongan menengah keatas tentu kenaikan harga gula ini tidak ada artinya juga bagi kalangan industry pasti akan muncul inovasi inovasi sebagai penyesuaian.

Industry gula bukan industry senja.
Pabrik gula yang beberapa tahun lalu banyak disebut oleh para cendekiawan cendekiawan sebagai industry senja yang harus ditutup ternyata telah membuka mata hati bangsa bahwa industry ini harus dipertahankan dan dikembangkan. Pengamat yang dulu menyatakan dilayar kaca  bahwa daripada memproduksi gula dengan harga tinggi lebih baik membeli saja dari luar negeri juga belum berkomentar.
Kapankah waktunya ?
Dengan kondisi harga diatas ada kelonggaran financial bagi pelaku produsen gula mulai dari petani tebu sampai indudtri pengolahnya (pabrik gula) ,  jadi sekaranglah waktunya untuk bangkit kembali – momentum yang tepat – baik dilihat dari sisi ekonomis maupun sisi politis. Dan momentum yang baik ini belum tentu kembali

Kamis, 24 September 2009

PABRIK GULA MINI EFISIENSI - KAH ?

Pengedalian Kehilangan Gula.

Betapapun baiknya mutu tanaman tebu tanpa diimbangi dengan pengendalian kehilangan gula yang sudah terbentuk dalam batang tebu akan didapatkan tingkat pengutipan gula yang kurang optimal.

Kehilangan gula diklasifikasikan sbb:

1. Kehilangan gula diluar pabrik.
Adalah sejumlah kehilangan gula dimulai dari saat pemanen mengayunkan sabitnya untuk memotong tebu sampai tebu terkirim dihalaman kilang untuk diproses, kehilangan dapat diindentifikasikan sbb:

- Tebangan kotor.

Terikut daun kering/basah, pucuk, sogolan, tebu kering , tanah dll, normalnya dapat ditoleransi kotoran s/d 3.5% dari berat tebu dari data di Afrika Selatan dicatat penurunan kotoran kering dari 8% menjadi 3% menyebabkan kenaikan kapasitas giling sampai 13.1% dan meningkatkan perahan 0.8% serta menaikkan rendemen 0.75%. Hal ini sangat mudah difahami karena bahan kering 8 % tersebut pada saat proses penggilingan tidak menyumbangkan nira tetapi justru menyerap nira yang ter-ekstrak dari batang tebu (masuk kering keluar basah).



Grafik berdasar data Edward Delden – Sugar series 1.
Dari data grafik diatas terlihat betapa cukup signifikannya kadar kotoran terikut terhadap kehilangan gula.

- Keterlambatan pengiriman dan/atau keterlambatan giling.

Keterlambatan pengiriman dan penggilingan tebu sangat berpengaruh terhadap tingkat kehilangan gula, seperti yang diketahui sesaat setelah tebu terpotong terjadi activtas micro organisme yang memang selalu ada antara lain activitas bakteri LM mulai invertase sacarose dan akan menghasilkan dextran yang meskipun dalam jumlah kecil berarti ada kehilangan gula dan dextran akan memberikan effect menyulitkan kristalisasi maupun separasi serta membuat kecenderungan kearah pembentukan kristal berbentuk jarum.Pengaruh sinar matahari selama masa tunggu mengakibatkan terjadinya proses penguapan batang tebu dan memacu activnya ragi ragi liar dalam proses fermentasi , apabila diamati tebu yang ditahan beberapa hari akan terlihat seperti “TAPE” dengan guratan warna merah dalam batang tebu , kondisi tebu yang demikian apabila diperah akan menghasilkan nira dengan Ph dibawah 4, sangat asam dan berarti akan menaikkan penggunaan susu kapur yang pada akhirnya residu CaO dalam nira juga relatif tinggi yang pada akhirnya kecepatan pengerakan dalam pipa evaporator lebih cepat terbentuk.
Beberapa peneliti telah mengamati dan menyimpulkan pengaruh keterlambatan dari tebang sampai giling sbb:

Foster menunjukkan persen kehilangan gula pada batang tebu lonjoran dan tebu terpotong, antara tebu dibakar dan tebu tidak terbakar sbb:





Foster juga mencatat kandungan dextran akibat activitas bakteri LM

10 jam keterlambatan tidak ditemukan pengaruh dextran.
20 jam keterlambatan ditemukan dextran 100-500 ppm thd brix.
Libur minggu ditemukan dextran 2.000-13.000 ppm thd brix.
Kandungan dextran 400 ppm thd brix sudah memberikan efek merugikan.


Edward Delden memberikan data terjadinya penurunan tingkat kemurnian dan kandungan gula sbb:





Kehilangan gula lainnya seperti yang dibawah ini masuk dalam lingkup tanaman (On Farm).

-Kemasakan belum optimal dan atau terlewati.
-Pengaruh iklim utamanya curah hujan.
-Terkenanya serangan hama pada batang tebu, tebu terbakar dll.

2.Kehilangan Gula dalam Proses.

Apabila diadakan pelacakan kehilangan gula selama proses terhitung mulai tebu masuk ke module ektraksi maka akan terlihat bahwa kehilangan kehilangan akan terjadi sbb:

Kehilangan gula di module extraksi (terikut diampas).
Kehilangan gula di module pemurnian (terikut di blotong).
Kehilangan di module separasi (terikut ditetes).
Kehilangan tidak diketahui (uap,inversi dan bakteriosis).

Untuk memberikan gambaran yang jelas dan sebagai comparasi berikut data kehilangan gula selama proses diberbagai tempat yang dilaporkan Edward Delden dalam sugar series 1.

Cuba 1958 Pol balance Excellent



Peru 1960 Pol balance Good


Guatemala 1977 Pol balance Mediocre




Dari tiga kategory diatas excellent, good dan mediocre dengan tingkat rendemen 12.458 % (excellent), 11.755% (good) dan 8.156% (mediocre) kita bisa introspeksi bahwa posisi kita diluar tiga kategory tersebut (barang kali masuk kategory “POOR” atau “FOOLISH” ).

2.1. Kehilangan di Module ektraksi.
Betapapun kecilnya kehilangan dimodule ektraksi pasti akan terjadi, pengendalian kehilangan hanyalah pada konsistensi pelaksanaan standart operating prosedure, kehilangan disini juga dipengaruhi equipment dan susunan equipment yang diterapkan.

Mill tandem terdiri dari two roll crusher diikuti dengan 3 unit three roll mill dan dengan compound imbibisi ( imbibisi gilingan akhir dengan hot water), performance pemberian imbibisi dengan melakukan pengecekan brix nira gilingan akhir ( gilingan no 3) – harus dibawah bix 2 begitu pula berurutan gilingan dibelakangnya gilingan 2 dengan brix 6 sd 8 dan gilingan 1 dengan brix 10 sd 12, sehingga brix ampas setara dengan brix nira gilingan akhir akan memberikan kehilangan diampas yang ditolerir.

2.2.Kehilangan di module pemurnian.
Cake atau blotong dari pemurnian dengan moist content app 60% dipastikan juga terikut gula didalamnya, meskipun telah dilakukan cake washing .

Pada pabrik gula mini dengan terapan phosphor defikasi dan dengan pengendalian pH dan temperature akan didapat jumlah muddy juice yang sangat sedikit, dengan penapisan cloth filter kehilangan gula dalam blotong relative sangat kecil.

2.3.Kehilangan domodule separasi.
Sejumlah sacarose juga terikut didalam molasse, pabrik gula mini menganut two boiling scheme (masakan 2 tingkat) dihasilkan gula komersial GULA A dan GULA B sementara by produk yang umumnya adalah final molasse pada pabrik gula mini dijadikan gula merah cetak/ jiggery, dengan pertimbangan nilai ekonomis yang lebih tinggi serta kemudahan penyimpanan dan transportasinya, sehingga apabila dibandingkan dengan kehilangan gula pada proses masakan dan separasi dengan pabrik gula besar masih mempunyai keunggulan komparatif

2.4.Kehilangan tidak diketahui.
Sejumlah kehilangan yang tidak diketahui (undetermined losses) perlu dikendalikan, pengendalian kehilangan ini relatif tidak berhubungan dengan penambahan equipment, pengendalian menitik beratkan kepada kedisiplinan operating sistem.

Bakteriosis.
Kehilangan akibat pengaruh buruk dari aktivitas jasad renik dapat dikendalikan dengan selalu menjaga sanitasi, perlakuan penyaringan dan perlakuan pemanasan dan pemberian anti bakteria.
Beberapa jasad renik yang dikenal cukup populer yang mengakibatkan invertasi dan fermentasi diantara banyak jasad renik dengan aktivitasnya adalah:

LM (leuconostoc Mesenteriodes).
LM + Sucrose  Insoluble gummy substance (dextran)+ Acids.

BL (Bacillus Levaniforman)
BL + Sucrose  Gummy substance (Levan) + Acids.

LB (Lactic Bacteria).
Sucrose  Invert sugar +LB Lactic Acids+ CO2+H2

Invertase yeast
Sucrose  Glucose + Fructose

Zymase yeast
Invert sugar  Alcohol.

Dari beberapa bakteriosis diatas yang mempunyai efek paling merugikan (kehilangan gula ) adalah bakteri LM sedangkan pengaruh jelek lainnya adalah terbentuknya dextran , substansi seperti jelly yang akan membuat kesulitan pada tahapan proses selanjutnya antara lain: memberikan efect polarisasi pada nira sehingga terbaca pol semu dan harkat kemurnian semu, menaikkan persentage kristal palsu, menghambat pertumbuhan kristal sehingga waktu masak lebih lama, cenderung kearah pembentukan kristal seperti jarum, menyulitkan proses separasi di sentrifugal separator, begitu pula gula D yang didapat apabila dijadikan magma bersifat poor footing.

Pengendalian yang mutlak harus dilakukan adalah menjaga sanitasi lingkungan proses yang bersih terutama pada module ektraksi, melakukan penyaringan nira kasar dengan saringan mesh 100 akan mengurangi terikutnya jasad renik, pemanasan nira sampai dengan 80 celsius sudah menginactifkan jasad renik kecuali thermophilic bacteria yang baru inactive pada pemanasan 125 celsius, netralisasi nira sampai Ph normal sangat mengurangi activitas jasad renik karena beberapa jasad renik ada yang berkembang pada daerah acid dan ada yang berkembang didaerah alkaline.

Inversi.

Adalah proses hidrolisis yang membuat gula sakarose dalam larutan terpecah menjadi gula invert (glukose dan sacarose) , akibat pengaruh panas dan keasaman.



Kecepatan inversi sangat tergantung kondisi operasi, beberapa penelitai mengamati kerusakan gula akibat hidrolisis sbb:





Dari gambaran gambaran diatas dapatlah dilihat kondisi ideal dari proses

Inversi (hidrolisis) dan kerusakan gula reduksi relatif kecil terletak pada daerah sekitar netral (Ph 7). Dengan suhu < 70 celsius .

Sabtu, 12 September 2009

SYRUP SWEET SORGHUM DIBANDING MADU



Diperlukan unit gilingan gula rakyat untuk memerah 700 kg batang sweet sorghum perjam dan diperlukan satu seri pan/jedi terbuka berikut perapiannya unntuk proses pemurnian sampai dengan pengentalan. Investasi diperlukan dalam kisaran Rp 75 juta rupiah akan menghasilkan produk 500 sd 700 kg syrup sweet sorghum.
Komposisi madu dan syrup sweet sorghum.




Rasa atau taste yang specifik karena kandungan mineralnya, juga vitamin C dan nicotinic acid membuat syrup sweet sorghum tidak kalah dari madu.

Investasi.

Investasi untuk syrup sweet sorghum dengan gilingan kap 700 kg/jam dengan penguapan terbuka dalam kisaran Rp 75 juta rupiah, sedangkan apabila menggunakan closed pan (penguapan hampa) diperlukan investasi dalam kisaran Rp 400 juta sd Rp 2,5 M tergantung dari kapasitas dll.

BIJI SWEET SORGHUM DAN JAGUNG


Biji sweet sorghum sebagai bahan pakan ternak.

Banyak yang sudah menanam sweet sorghum dan pada saat menjelang panen baru bertanya untuk apa bijinya ? , dijual kemana ? , dan berapa harganya?- tentu pertanyaan yang sangat tidak masuk akal, kalau belum tahu harga pasar dan serapan pasar kok ya berani beraninya menanam.

Berfikir logis dan sederhana disekitar kita banyak usaha peternakan unggas maupun ternak ruminansia yang memerlukan jagung sebagai bagian dari pakan, mungkinkah biji sweet sorghum sebagai subtitusi.

Dengan membandingkan kandungan nutrisi biji sweet sorghum dengan jagung dapat disimpulkan bahwa biji sweet sorghum dapat digunakan sebagai subtitusi jagung pada campuran pakan ternak, baik pakan unggas, pakan ruminansia maupun pakan ikan air tawar , dengan protein content rerata 10% lebih tinggi dan dengan kadar serat kasar yang sedikit lebih rendah, maka harga biji sweet sorghum dapat ditawarkan dengan harga 10% diatas harga biji jagung atau digunakan sendiri.




Biji sorghum sangat baik sebagai campuran pakan unggas.


Juga sebagai pakan penguat ternak ruminansia

Sabtu, 09 Mei 2009

SWEET SORGHUM UNTUK ETHANOL ATAU SYRUP ?



Tanaman sweet sorghum akan menghasilkan batang, daun dan biji (panicle), dengan batang yang mengandung gula dalam kisaran diatas 12 % maka nira batang sweet sorghum merupakan bahan potensial baik untuk syrup maupun difermentasi menjadi ethanol, sementara bulir bulir bijinya dapat dimanfaatkan sebagai makanan selingan maupun dikonversi menjadi sacarine yang juga digunakan sebagai bahan baku ethanol.
Tantangan utama adalah pada budidaya sweet sorghum sendiri , yaitu belum didapatkan varitas unggulan yang stabil baik produktivitas maupun kwalitas (dengan indikator kandungan gula yang paling maximal dan stabil),sementara untuk produk ethanolpun masih belum jelas regulasi dan aturannya, utamanya yang menyangkut petani penanam sweet sorghum, sejujurnya hal yang paling menghawatirkan bagi petani adalah nasib yang sama dengan tanaman jarak yang begitu menggebu gebu dan endingnya hilang bak ditelan gelombang tsunami,seperti juga tanaman pisang cavendish yang konon untuk bahan baku tepung makanan bayi bernsaib sama dimata petani, permasalahan yang akan timbul seperti juga halnya tanaman jarak, bagi yang sudah terlanjur mau diapakan biji jaraknya ini bak buah simalakama maju rugi mundur rugi, kami coba usulan solusi bagi yan sudah menanam jarak sebaiknya dimanfaatkan untuk energy rumah tangga, petik buah jarak kering dan masukkan beserta kulit dan bijinya untuk bahan bakar rumah tangga (video dpt dilihat di video clips yang kami link dgn blog ini), nah bagaimana dengan yang sudah terlajur menanam sweet sorghum tidak usah panik bijiya dapat dijual baik untuk makanan selingan maupun untuk pakan burung, batangnya apabila punya modal dapat digiling dijadikan syrup atau kalau memang terpaksa ya dishredder untuk pakan ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau dll),nah kalau mau dijadikan ethanol tentu harus berpikir mulai dari perizinan dan lain lainnya, apapun kita harus punya tekad dan optimisme mengambil keputusan diantara pilihan pilihan yang kurang menguntungkan.

Senin, 04 Mei 2009

BLOK DAN CLUSTER PERTANIAN TERPADU


BLOK UTAMA PERTANIAN TERPADU
F4 – sebagai hasil pertanian terpadu.
Konsep terapan pertanian terpadu akan menghasilkan F4 yang sebenarnya adalah langkah pengamanan terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan dan energy secara regional maupn nasional, terutapa pada kawasan kawasan remote area dari jajaran kepulauan Indonesia.
F1 - FOOD Pangan manusia (beras, gandum, jagung, kedelai, kacang kacangan , dan lain lain produk peternakan (daging, susu, telor dll) , produk budiaya ikan air tawar (lele, mujair, nila, gurameh dll) dan hasil perkebunan (kopi, teh, gula dll)
F2 – FEED Pakan ternak termasuk didalamnya ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau, kelinci ), ternak unggas (ayam, itik, entok, angsa, burung dara dll) juga pakan ikan budidaya air tawar terutama ikan herbivore dan omnivora yang tidak perlu protein content tinggi ( mujair, tombro, bandeng, nila dan gurameh).
F3- FUEL Akan dihasilkan energy dalam berbagai bentuk mulai energy panas untuk kebutuhan domestic/ masak memasak, energy panas untuk industry makanan dikawasan pedesaan juga untuk industry kecil, juga akan dihasilkan power energy misalnya pure plant oi (PPO) atau dicampur menjadi bio diesel, ethanol dan gasohol, synthetic gas yang dihasilkan dari pirolisis gasifikasi maupun enzimasi gasifikasi dan juga pemakaian tenaga langsung lembu untuk penarik pedati, kerbau untuk mengolah lahan pertanian sebenarnya adalah produk berbentuk FUEL/ENERGY.
F4-FERTILIZER Akan dihasilkan juga bio fertilizer yang semua juga memahami bahwa bio/ organic fertilizer bukan hanya sebagai penyubur tetapi juga sebagai perawat tanah (SOIL CONDITIONER), yang dari sisi keekonomisan maupun karakter hasil produknya tidak kalah dengan pupuk buatan (anorganik fertilizer) bahkan pada kondisi tertentu akan dihasilkan bio pestisida (dari asap cair yang dihasilkan pada proses pirolisis gasifikasi) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet makanan yang tidak berbahaya (bio preservative)
Dari F4 diatas tersimpulkan betapa besar kasih sayang Maha Pencipta terhadap makhluknya cholifah dibumi – tidak satupun ciptaannya yang sia sia.

Beberapa kluster dari blok diagram diatas berdasar pengalaman yang telah /pernahkami lakukan dan sedang kami terapkan, informasi singkatnya di:

http//slideshare.net/ss170952
http//scribd.com/ss170952
http//authorstream.com/user-presentations/ss170952
http//youtube.com/ss170952
http//energybiomasa.blogspot.com
http//pabrikgulamini.blogspot.com
http//integratedfarming.blogspot.com
http// Picasaweb.google.com/myslametdok.

CLUSTER TANAMAN PANGAN

Dari budidaya tanaman padi akan dihasilkan produk utama beras dan produk sampingan bekatul, sekam padi, jerami dan kawul, semua produk sampinga apabila diproses lanjut masih mempunyai kegunaan dan nilai ekonomis yang layak kelola.
Jerami dan malai kosong (kawul) dapat disimpan sebagai hay (bahan pakan kering) untuk ternak ruminansia atau dibuat silage (makanan hijau terfermentasi), sedangkan bekatul sudah tidak asing lagi sebagai bahan pencampur pakan ternak (ruminansia, unggas dan ikan omnivore/ herbivora), sementara sekam padi dapat dikonversi menjadi energy (pembakaran langsung maupun gasifikasi) dan masih akan menghasilkan abu maupun arang sekam yang dapat diimplementasikan sebagai pupuk organic, sementara apabila energy sekam padi digunakan untuk gas diesel engine akan didapatkan lagi hasil sampingan berupa apap cair yang dapat digunakan untuk pengewet makanan atau campuran pestisida organic.


Dari tanaman kedelai banyak produk yang dapat dihasilkan dengan produk utama biji kedelai sebagai bahan makanan dan turunannya (susu kedelai, tahu, tempe, kecap, minyak kedelai dll) akn menghasilkan pula produk sampingan yang mempunyai nilai ekonomis dan layak kelola, misalnya ampas tahu , ampas kecap , ampas susu kedelai dapat digunakan sebagai tambahan pakan ternak, sementara batang batang kering nya juga dapat disimpan utnuk pakan ternak ruminansia, sementara dilahan tanaman juga akan meninggalkan bintil bintil rizobium sebagai starter hara nitrogen untuk tanaman berikutnya.

CLUSTER PAKAN TERNAK dan CLUSTER PETERNAKAN DAN PERIKANAN

Berdasar proximate analisis dari masing masing bahan sangatlah mudah disusun formula pakan yang sesuai kebutuhan, murah dan memenuhi standart pakan ternak.
Dengan pakan alternative tersebut , apabila susunan formulasinya baik maka akan didapatkan kwalitas pakan yang tidak berbeda dengan pakan buatan pabrik, dalam pengamatan dengan pakan alternative untuk ayam pedaging (broiler) juga akan didapat konversi pakan terhadap daging ayam timbang hidup dalam kisaran 1,8 sd 1.9.

Selain rumput hijauan atau hay tambahan pakan penguat diperlukan untuk kestabilan laju pertumbuhan berat.

Khusus untuk jenis ikan pemakan segala (omnivore) by produk pertanian dapat digunakan sebagai bahan pembuat pakan ikan.






CLUSTER PUPUK ORGANIK